Sunday, February 26, 2017

Deontogis vs Consequentalis

____________________________________________________________________________________

Pemimpin berintegritas berpotensi mengubah mental rakyat
Pemimpin konsekuentalis berpotensi memajukan kehidupan rakyat
Pemimpin yang memikirkan konsekuensi dengan tetap mempetahankan nilai integritas, 
berpotensi memperbaiki mental dan kehidupan rakyat
-Felicia Irene-

Seorang deontologis memilih untuk berkata sejujur-jujurnya apapun kondisi yang mengancam dan memilih untuk berkata tidak untuk hal-hal yang tidak sesuai prinsip dan kebenaran. Sedangkan konsekuentalis merupakan orang yang mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensi atas keputusan yang diambil, dengan kata lain berusaha untuk mengambil keputusan dengan konsekuensi yang paling ringan meskipun hal-hal tersebut bertentangan dengan kebenaran.

Saya merupakan orang yang cenderung bersifat deontologis. Saya berusaha untuk memiliki sifat integritas (jujur) dan berani berkata 'tidak' untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip kebenaran yang saya pegang meskipun saya sesungguhnya juga mempertimbangkan konsekuensi yang tinggi. Menjadi deontologis bukanlah hal yang mudah karena kondisi sosial, kuliah dan pekerjaan saja juga menuntut saya untuk bersifat mutualistik tanpa memikirkan hal yang benar. Memilih menjadi deontogis memiliki berbagai konsekuensi seperti dijauhi orang karena prinsip yang dipegang, tidak diberikan tanggung jawab yang lebih besar akibat keputusan untuk bersikap jujur, dan bahkan dikucilkan dari pergaulan. Deontologis murni dapat dikatakan merugikan diri sendiri dan tidak baik pula jika tidak memikirkan konsekuensi yang ada. 

Oleh sebab itu, saya juga tetap berusaha dan belajar menempatkan diri saya konsekuensialis pula disertai dengan prinsip utama deontologis, menjadi pribadi yang:

 'Tulus seperti merpati namun cerdik seperti ular'

 Tetap mengutamakan kejujuran namun berstrategi dan cerdik dalam menghadapi tantangan dan masalah-masalah yang ada baik di perkuliahan, di dunia kerja, dan masa depan dengan tetap berserah pada kedaulatan Tuhan. 







Idealis vs Pragmatis

____________________________________________________________________________________

Lebih baik mengerjakan bagianku dengan terbaik selagi aku sanggup, mampu dan ada, 
sebab aku tak tahu kapan aku berubah menjadi abu.
 - Felicia Irene-


Manusia idealis umumnya dengan mudah melontarkan gagasan-gagasan untuk mengembangkan sesuatu dengan gigih hingga berhasil tepat bahkan sebelum target yang ditetapkan disertai sifat perfeksionis tinggi. 

'Jika ide tersebut lebih baik mengapa tidak segera dilaksanakan oleh saya terlebih dahulu dengan sesegera mungkin sebelum deadline'

Akan tetapi kelemahan manusia yang idealis adalah (1) sering merasa ketidaksesuaian plan merupakan bentuk kegagalan, (2) tanpa usaha pula, ide-ide yang dicapai tidak akan terlaksana, (3) cenderung stress karena menganggap waktu dan kesempatan sangat penting untuk mewujudkan ide, (4) karena cenderung perfeksionis sukar untuk mempercayakan sesuatu untuk orang lain mengerjakan.

Saya merupakan pribadi yang cenderung idealis. Saya cinta berimajinasi dan mencari ide. Saya cenderung suka menggunakan waktu luang saya untuk merancang rencana-rencana di masa depan, hal-hal yang dapat dan ingin saya lakukan di depan, sketsa atau rancangan ke depan, memikirkan produk kombinasi dan ide kombinasi terutama produk rumah tangga yang lebih efektif dan efisien, serta ekonomis. Bagi saya, suatu standar harus dicapai dengan rencana-rencana yang telah disusun dan diselesaikan tepat pada waktunya, lebih baik sebelum waktu deadline. 







Sunday, February 19, 2017

AADB -- Ada Apa dengan Becak (Beca Tiguling)

MESIN TEMPUR - BECA TIGULING

beca tiguling.... beca tiguling
beca tiguling... beca tiguling
beca tiguling..... beca tiguling
beca tiguling... beca tiguling

iiiiiyyauuu......
watir si emang.......
ngabose terus
penumpangana gendut...
di udak tibum...
becak na tigusuruk....
abus ka na cubluk....
eeeeaaauuuuuu... becak tiguling... becak tiguling
becak tiguling... becak tiguling.....




Sekilas lagu di atas tampak tak ada arti hanya seperti lelucon, lirik lagu ini juga sangat singkat disertai nada yang sederhana. Tapi justru itulah pesan lagu ini sangat mudah diingat orang.
_________________________________________________________________________________

Beca tiguling memberikan pesan bagi pemerintah untuk menjadi pemimpin maupun calon pemimpin yang mampu mempedulikan masyarakat. Pesan ini juga ditujukan kepada kita calon-calon pemimpin (di rumah, di sekolah, di tempat studi, di mana pun) sebagai pemimpin masyarakat untuk lebih peduli kondisi sekitar kita dan berkontribusi dengan tepat, bijak serta efisien untuk negara kita Indonesia.
_________________________________________________________________________________

Bagi saya, sebagai seseorang yang mencintai Indonesia, lagu ini berbicara keras: 'Kalau memang ingin menyelesaikan ketimpangan sosial atau menertibkan masyarakat, yuk jangan menggunakan hukum dengan otoriter tapi gunakan hukum dan peraturan yang ada disertai pengertian terhadap kondisi masyarakat yang sesungguhnya alias 'terjun langsung di kehidupan masyarakat'. 

"Sebab hukum dibuat untuk menertibkan kita dan bukan hukum yang membuat kita menjadi dingin terhadap kepedulian sosial. TETAPI bukan berarti dengan statement tersebut kita sebagai masyarakat menjadi 'letoy', tidak menghargai dan tidak taat terhadap hukum dan peraturan yang ada"

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak hanya capable untuk mengatur masyarakat tapi mengetahui kondisi masyarakatnya (terlibat dalamnya) sehingga dapat memberikan solusi yang  tepat bagi masyarakat --- "tidak hanya menggunakan Timbum untuk mengejar becak hingga becak ketakutan dan terguling" πŸ˜ƒDAN masyarakat yang baik adalah masyarakat yang taat, menghargai peraturan yang telah dibuat suka-tidak suka (toh itu pemimpin yang telah dipilih kan), dan bersikap kritis (memilih pemimpin secara OBJEKTIF), kondusif-bijak serta demokratis (dalam arti positif) untuk sama-sama membangun negara Indonesia menjadi lebih baik. 
_________________________________________________________________________________

Mau kan membuat Indonesia jauh lebih maju? 

Mulai dari diri sendiri meningkatkan kepedulian sosial, tidak hanya banyak bicara (No Action Talk Only), tapi bertindak dengan bijak, tepat dan solutif.


Salam cinta untuk Indonesia (negara dan kita penghuninya), 

Yang sangat mencintai Indonesia

Felicia Irene ♡


Friday, February 17, 2017

BALI di INDONESIA


Indonesia tanah air Beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa

Di sana tempat lahir Beta
Dibuai, dibesarkan Bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata


Lagu ini yang membuat saya jatuh cinta pada Indonesia berulang kali.
Airnya, tanahnya, sumber daya alamnya, banyak dan tak terhitung yang sudah saya gunakan sebagai warga negara Indonesia. Sudah banyak yang saya dapat dari Indonesia, masa sih saya tidak mencintai negeri ini? Well, I do love Indonesia.

Actually, there are too many places I want to visit in Indonesia. SOON I will!
Tapi, ini tempat yang paling sering saya kunjungi. Banyak orang mengira Bali isn't part of Indonesia. Hello! It's part of Indonesia πŸ˜‹ 

Saya membuat beberapa rekomendasi tempat makan halal dan non-halal di Bali dan beberapa lokasi yang MUST BE VISITED! Semoga membantu memperluas referensi dan jangan lupa cintai Indonesia 😍

NOTE : Mohon maaf kualitas gambar yang mungkin kurang baik 😌